//
you're reading...
Estafet Pangkostrad

Mayjen TNI Erwin Sudjono,SH (2 Mei 2006 – 2 November 2007)

Erwin Sudjono adalah Panglima KOSTRAD yang berasal dari lingkungan terdalam Keluarga Istana. Lalu, sejumlah kontroversi segera muncul. Berbagai dugaan mengemuka, terutama ditujukan kepada Presiden yang disebut-sebut sedang memasang ‘kuda-kuda’ untuk mengamankan kekuasaan dari para ‘brutus’ dan lawan-lawan politik. Tetapi tak lama kemudian, usai dilantik semua kontroversi  menjadi biasa-biasa saja bergerak laksana air mengalir.

Karena tergolong sebagai prajurit tempur berkualifikasi internasional,yang tak banyak bicara, sekaligus pembina teritorial yang  mumpuni, maka, kini di pundak Erwin Sudjono sudah bertengger anugerah pangkat jenderal berbintang tiga. Proses ini berlangsung tanpa banyak diketahui oleh kalangan luas. Pers luput mengabadikan bagaimana menantu mantan Danjen RPKAD Jen-deral Sarwo Edhie Wibowo ini berkarir cemerlang.

Erwin Sudjono memang calon pemimpin masa depan yang kebetulan saja bersaudara ipar kandung dengan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, yang per-nikahan tiga pasangan putri Sarwo itu berlangsung serentak di satu waktu dan tempat yang . Sebagaimana para Panglima pendahulu, jenjang karir yang lebih luas pastilah akan terbuka bagi Erwin Sudjono paling tidak di lingkungan matra darat.

Satu-satunya situs ensiklopedi online para tokoh yang saat ini ada di Indonesia, TokohIndonesia.Com (Alamat: www. tokohindonesia.com), memberi judul “Hidup Laksana Air Mengalir” untuk menggambarkan peta perjalanan hidup pria Jawa kelahiran Bandung, 5 Februari 1951 ini. Setelah 30 tahun menjadi perwira militer sejak lulus Akabri Magelang 1 Desember 1975, 24 tahun diantaranya mengabdi di lingkungan korps baret hijau KOSTRAD, akhirnya Erwin pada hari Selasa 2 Mei 2006 dilantik menjadi Panglima KOSTRAD ke-29 menggantikan Letjen Hadi Waluyo.

“The Real Military Leader”
Referensi mengenai sosok Erwin se-sungguhnya tak bisa banyak ditemukan di media massa, kecuali hasil-hasil karya profesionalnya saat dipercaya sebagai perwira tempur maupun pembina terito-rial. Hal ini menunjukkan gambaran lain bagaimana karakter ayah satu orang putri dan satu putra ini sangat low profile, hidup bersahaja, rendah hati dan tak pernah menunjukkan memiliki ambisi-ambisi tertentu. Dari istrinya Wrahasti Cendrawasih, Erwin dikaruniai seorang putri P. Purwandani lahir 10 Juni 1977, dan seorang putra Danang P.W, lahir 12 Maret 1980.

Sebagai  The Real Military sekaligus The Real Military Leader Erwin tergolong tentara yang dengan tegas tak punya orientasi kepada kepentingan politik dan dunia usaha, ataupun berniat memilih peran lain di luar profesi militer. Ia memang mewarisi garis politik mertuanya sebagai militer sejati, yang menempatkan politik negara sebagai garis politik TNI. Apa yang terbaik bagi negara itu pulalah yang terbaik bagi TNI.

Itu sebab nama Erwin selalu tetap tersembunyi dan tak pernah disebut-sebut. Yang menonjol ke permukaan justru hasil karyanya, seperti kesuksesan memimpin misi perdamaian PBB di Kamboja, kemampuan mengatasi berba-gai kerusuhan etnis berdarah-darah di Kalimantan Barat selaku Danrem 121/ABW, prestasi pengungkapan penyelun-dupan BBM di Kalimantan Timur dan pengungkapan kasus illegal logging selaku Pangdam VI/Tanjungpura, dan berbagai prestasi lain.

Semua nyaris tak pernah terpublikasi secara luas. Perwira dengan tinggi badan 170 cm dan berat 75 kg ini memiliki sikap tegas supaya lebih banyak bekerja dari-pada publikasi. Pemikirannya mewujud dalam karya dan semuanya berjalan secara alami dan wajar laksana air jernih yang mengalir terus tiada henti.

Diantara karakter Erwin yang paling membanggakan adalah keefektifitasan dalam memimpin. Ia mampu mengatasi masalah-masalah dengan memberi res-pon yang kuat dan tindakan yang cepat supaya bisa memberi jalan keluar yang tepat.

Saat menjabat Danrem 121/Alam Bhana Wanawae, misalnya, saat itu Kolonel Infantri Erwin Sudjono mengatakan kekacauan bisa mengancam stabilitas keamanan Kalimantan Barat. Saat itu sedang terjadi bentrok fisik antara suku Dayak dan Madura hingga menimbulkan banyak korban, disertai penjarahan besar-besaran gudang beras, dimana masing-masing pihak menggunakan celurit, senjata tajam, golok dan parang, ada juga senjata mandau dan kayu pemukul.

Situasi akhirnya bisa ditangani dalam waktu singkat dengan menyadarkan para penjarah. Erwin Sudjono tampil meng-hadapi persoalan bersama-sama dengan pemuda dan masyarakat. “Semua etnis, Cina, Melayu, Madura harus bersatu-padu melawan penjarah dan perusuh,” inilah bunyi sepenggal arahan Erwin Sudjono selaku Danrem. Dalam kasus yang terjadi pada 9 September 1997 itu aparat berhasil mengamankan pelaku sebanyak 16 orang, yang diduga kuat terlibat dalam ke-rusuhan.

Jenjang karir Erwin bergerak cepat mengalir terus bagai air di lingkungan Kostrad. Ia telah menjalani berbagai peran dan posisi strategis secara ber-kelanjutan, hingga kini namanya berhasil melejit di lingkungan TNI. Semua diraih karena prestasi, kompetensi, dan pro-fesionalitas seorang Erwin Sudjono.

Dalam perjalanan karirnya belum pernah ada isu, rumor ataupun kesan mi-ring terhadap Erwin. Karena semuanya dicapai melalui mekanisme dan prosedur standar di lingkungan TNI. Baik sebagai Pangdam VI/Tanjungpura (sejak 15 Maret 2005), sebagai Komandan Pasukan Pe-mukul Reaksi Cepat (PPRC) TNI (13 Mei 2003), Pangdiv II Kostrad (1 Februari 2003), Kasdam Siliwangi (1 Juli 2002), Kasdiv I Kostrad (15 Februari 2001), dan Danmentar AKMIL (1 Juni 1998).

Erwin Sudjono menjalani tahapan dan jenjang penugasan di lingkungan Kostrad dari lini terbawah sehingga ia amat menguasai betul medan area dan bidang tugas.

Sejumlah tugas operasi pernah dijalani Erwin. Seperti, dua kali bertugas dalam Operasi Timor Timur pada tahun 1976 hingga Operasi Perdamaian PBB (1992), dan pada Operasi Aceh (2003). Tak heran selama menjalani karir militer sejumlah tanda jasa dan bintang penghargaan pernah disandang Erwin Sudjono. Be-berapa diantaranya Bintang Kartika Eka Paksi Pratama, Satya Lencana (SL) Seroja, Bintang Kartika Eka Paksi Nararya, SL Dwija Sistha, Tanda Jasa Pemerintah Kamboja, SL UNTAC/PBB, SL Santi Dharma, dan Satya Lencana Kesetiaan VIII, XVI, dan XXIV Tahun.

Erwin selalu bersemangat meningkat-kan wawasan dan pengetahuan misalnya dengan mengikuti SUSARCAB IF (1976), SUS STAF PUR (1985), SESKOAD (1989), dan Lemhannas KRA XXXIII (2002), termasuk pendidikan tinggi hukum hing-ga menjadi seorang Sarjana Hukum (SH, tahun 1994).

Erwin juga menyempurnakan kemam-puan dan keterampilan teknis dengan mengikuti sejumlah pengembangan khu-sus, seperti mengikuti SUS JASMIL (1972), SUS DANKI PAN (1979), SUS Bahasa Inggris (1985), COMB. International Course (1985), dan Australia Family Course (1986).

Erwin pernah dipercaya menjalani berbagai penugasan militer di lingkungan internasional, antara lain memimpin kontingen militer Indonesia ke Kamboja tergabung dalam United Nation Transition Authority in Cambodia (UNTAC). Ia bertugas memimpin pasukan misi perdamaian untuk mengawasi pembentukan negara Kamboja yang merdeka dan diakui oleh dunia internasional. Ia berhasil menciptakan situasi dan perdamaian demi menunjang lancarnya penyelenggaraan Pemilu untuk membentuk pem-erintahan baru Kamboja yang sah.

Satuan Kostrad yang dilibatkannya saat itu adalah Kontingen Garuda XII-A tahun 1991, yang berintikan Yonif Linud 503 berangkat pada 7 Maret 1992 menaiki KRI Teluk Ende dan KRI Teluk Penyu. Kon-tingen ini berkekuatan 851 orang terdiri dari 55 perwira, 161 orang bintara, dan 635 orang tamtama dilengkapi peleton zeni, perbekalan, kesehatan, perhubungan, penerangan dan militer.

Beberapa misi internasional lain, ia bertugas ke Australia tahun 1985 dan 1994, ke Singapura 1991, ke Kamboja 1992, ke Spanyol 1995, ke Manila 1995, ke Malaysia 1997 dan ke Korea tahun 2000. Keluasan hubungan dan jaringan inter-nasional menunjukkan tingkat pengalam-an Erwin Sudjono yang sangat pantas untuk diperhitungkan. Menonjolnya pengalaman penugasan militer inter-nasional merupakan hasil dari berbagai misi, tugas dan latihan yang pernah dijalani Erwin Sudjono setelah melalui berbagai seleksi yang ketat hingga akhir-nya berhasil terpilih.

Segala pertanyaan, dan kritik, yang ramai dialamatkan kepada Erwin saat ditunjuk selaku Panglima KOSTRAD baru, terlebih karena ia berasal dari lingkungan terdalam Istana Presiden, adalah cambuk untuk mengingatkan betapa besarnya harapan publik agar TNI benar-benar tak lagi mengulangi berbagai kesalahannya di masa lalu. Juga, supaya TNI tetap melanjutkan reformasi internal-nya secara konsisten.

Sebab satu-satunya garansi untuk berharap kepada masa depan kepemim-pinan Erwin Sudjono adalah hanya doktrin TNI, bahwa politik TNI adalah politik negara. Ini bermakna, apa yang terbaik untuk negara yang terbaik pula untuk TNI. Bila doktrin ini diimbuhkan sedikit saja, maka akan bisa memberi makna baru, apa yang terbaik untuk rakyat harus pulalah yang terbaik untuk negara dan TNI.HT (Sumber:www.tokohindonesia.com/Berita Indonesia 17)

Biodata
Nama: Erwin Sudjono, SH
Jabatan: Panglima Kostrad (TMT Jabatan: 2 Mei 2006)
Jabatan Sebelumnya: Pangdam VI/Tanjungpura (TMT Jabatan: 15 Maret 2005)
Lahir: Bandung, 5 Februari 1951
Pangkat: Letnan Jenderal TNI
NRP: 27913
Tinggi/Berat Badan: 170 cm/ 75 kg
Istri: Wrahasti Cendrawasih (Ibu rumah tangga, lahir, 8 Juli 1951)
Anak: P Purwandani, lahir 10 Juni 1977 • Danang PW, lahir 12 Maret 1980

Pendidikan Militer: AKABRI, 1975 • SUSSARCAB IF, 1976 • SUS STAF PUR, 1986 • SESKOAD, 1989 • LEMHANNAS XXXIII, 2000 • SUSPA JASMIL, 1977 • SUS DANKI PAN, 1979 • SUS BHS INGGRIS, 1988 • SOMB INTS COURSE, 1985 • AUST FAMII COURSE, 1989

Riwayat Penugasan Operasi: Operasi Timor Timur, 1970 • Operasi Timor Timur, 1976 • Operasi Perdamaian PBB, 1992 • Operasi Aceh, 2003

Penugasan Luar Negeri: Pendidikan, di Australia, 1985 • Latihan, Singapura, 1991 • Perdamaian, Kamboja, 1992 • Seminar PKO, Australia, 1994 • Seleksi Personel, Kamboja, 1994 • Peninjauan, Spanyol, 1995 • Technicaal Meeting, AARM, 1995 • Latihan, 1997 • WWIM, 2000

Riwayat Jabatan: Danton SMS Bant 305/Kostrad, 11 Agustus 1976, SP/766/VII/1976 • Danton/I T/330/Kostrad, 1 Oktober 1972, SP/110/IV/1978 • KASI/3/Pers/330/Kostrad, 1 April 1980, SP/39/VI/1980 • DANCE B/305/Kostrad, 1 Agustus 1982, SK/134/XII/1982 • PAD-3/SIMA/Denm/17/Kostrad, 1 Oktober 1982, SP/352/XII/1982 • KASI-3/PERS/BRIGIF/9/Kostrad, 30 April 1986, SP/360/V/1985 • WADAN YONIF 509/9/Kostrad, 1 Oktober 1988, SP/452/XII/1988 • DANYONIF LINUD 503/18/Kostrad, 1 November 1990, SK/459/XI/1992 • DAN KONTINGEN GARUD XII, 1 Agustus 1992, SP/646/III/1992 • DANYONTAR DEWASA MENTAR AKMIL, 1 Agustus 1993, SK/176/VI/1993 • PYDA 3/LATOR PBAN II BINLAT SOPSAD, 1 Juni 1994, SK/213/VI/1994 • DAN BRIGIF LINUD 18/Kostrad, 1 Juli 1995, SK/280/VI/1995 • ASOPS KASDAM VI/Tnjungpura, 1 April 1996, SK/119/IV/1996 • DANREM 121/ABW DAM VI/TPR, 1 Mei 1997, SK/226/VI/1997 • DANMENTAR AKMIL, 1 Juni 1998, SK/230/VI/1998 • KASONIF I Kostrad, 15 Februari 2001, SP/154/II/2001 • KASDAM III/Siliwangi, 1 Juli 2002, SK/441/VI/2002 • Pangdif 2 Kostrad, 1 Februari 2003, SP/202/II/2003 • Dan PPRC TNI, 13 Mei 2003, SP/2/V/2003 • Pangdam/VI/Tpr, 15 Maret 2005, SP/489/IV/2005 • PANGKOSTRAD, 2 Mei 2006, Skep/138/IV/2006

Advertisements

Discussion

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Calender

November 2011
M T W T F S S
    Dec »
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
282930  

Blog Stats

  • 34,687 hits
%d bloggers like this: